Trump Marah, Janji Penjarakan Pembocor Informasi yang Sebut AS Kehabisan Rudal

5 hours ago 4

loading...

Presiden Donald Trump ancam akan penjarakan para pembocor informasi yang menyebut AS kehabisan rudal di tengah perang melawan Iran. Foto/The White House

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah dan berjanji akan memenjarakan pihak-pihak yang membocorkan informasi mengenai persediaan amunisi militer AS. Ancaman ini disampaikan setelah muncul laporan di media-media Amerika yang menyebut negara itu mulai kehabisan beberapa jenis rudal di tengah perangnya melawan Iran.

Gedung Putih membantah bahwa perang melawan Iran—yang kini telah memasuki bulan keenam—telah menguras persediaan senjata penting Amerika Serikat, seperti rudal darat-ke-darat yang digunakan untuk menyerang sasaran jauh di dalam wilayah Iran, serta rudal pencegat berharga mahal yang dibutuhkan untuk menembak jatuh rudal balistik Iran di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Trump Dilaporkan Tegur Menteri Perang Hegseth karena AS Krisis Rudal saat Perang Lawan Iran

Meski anggaran militer terus meningkat dan pabrik-pabrik baru bermunculan di berbagai negara bagian, rudal pertahanan udara dan persenjataan canggih tetap membutuhkan waktu produksi yang panjang. Artinya, diperlukan waktu hingga beberapa tahun untuk mengganti stok yang telah digunakan.

Sejumlah media Amerika sebelumnya melaporkan bahwa negara tersebut telah menghabiskan sebagian besar persediaan rudal jarak jauh berpresisi tinggi yang dimilikinya. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa AS tidak akan mampu menghadapi Rusia atau China secara efektif apabila konflik terjadi dalam waktu dekat.

Secara khusus, Reuters pada Selasa melaporkan bahwa Angkatan Darat AS telah menghabiskan hampir seluruh persediaan dua jenis senjata jarak jauh paling canggih, yakni Army Tactical Missile System (ATACMS) dan Precision Strike Missile (PrSM).

Laporan tersebut muncul tidak lama setelah Trump membatalkan rencana serangan besar-besaran selama dua pekan terhadap Iran pada akhir Juli, yang sebagian dipicu oleh kekhawatiran terhadap menipisnya stok amunisi.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |