loading...
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR, Abdul Wachid menyoroti keterlambatan bus dan kepadatan tenda jemaah dalam fase puncak ibadah haji di Armuzna. Foto/Dok.SindoNews
JAKARTA - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR, Abdul Wachid menyoroti sejumlah persoalan penting dalam fase puncak ibadah haji di Arafah, Mizdalifah dan Mina (Armuzna). Di antara yang disoroti yakni keterlambatan bus dan kepadatan tenda jemaah.
“Memang ada beberapa catatan minor, terutama saat pergerakan dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina,” kata Wachid dalam keterangannya dikutip Jumat (29/5/2026).
Baca juga: Cegah Jemaah Haji Tersesat di Mina, PPIH Siagakan 10 Pos Jaga dan Mobil Golf
Ia mengungkapkan masih terdapat jemaah yang tertahan hingga pagi akibat keterlambatan armada bus pengangkut dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina. Namun, ia bersyukur seluruh jemaah berhasil diberangkatkan.
“Ada yang tidak bisa berangkat sampai pagi, tapi alhamdulillah jam tujuh pagi bisa tertolong,” ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini.
Selain transportasi, Wachid juga menyoroti kondisi tenda di Arafah dan Mina. Menurutnya, kapasitas tenda masih perlu ditingkatkan agar jemaah memperoleh ruang istirahat yang lebih layak.
Baca juga: Ribuan Petugas Satgas Mina Disiagakan untuk Atur Arus Jemaah di Jamarat
Hal itu dilandasi lantaran dirinya menemukan sejumlah tenda terisi lebih dari kapasitas yanh ditentukan. “Kita ingin kualitas tenda meningkat. Jangan sampai jemaah ditata seperti ikan pindang,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Timwas Haji DPR mengusulkan peningkatan standar layanan dari paket D menjadi paket C pada musim haji mendatang. Dengan peningkatan paket itu, kualitas tenda, fasilitas pendingin udara, hingga kenyamanan ruang tidur diharapkan lebih baik.


















































