Sahur atau Saur? Ini 10 Kata Baku Seputar Ramadan dengan Penulisan Sesuai KBBI

20 hours ago 9

loading...

Berikut 10 kata baku seputar Ramadan yang perlu diperhatikan. Foto/Dok/SINDOnews.

JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadan , berbagai istilah keagamaan kembali banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun di media sosial.

Namun, tidak sedikit kata yang masih kerap ditulis tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia . Padahal, menulis dengan pilihan kata yang tepat merupakan bentuk kepedulian terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Baca juga: Sejarah dan Perkembangan KBBI: Dari Kamus Cetak hingga 210 Ribu Entri Digital

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen mengunggah terdapat sejumlah kosakata seputar Ramadan yang memiliki bentuk baku, tetapi masih sering keliru dalam penulisan.

Kesalahan ini umumnya terjadi karena pengaruh ejaan bahasa asing, kebiasaan lama, atau pelafalan sehari-hari.

10 Kata Baku Seputar Ramadan

Berikut 10 kata baku seputar Ramadan yang perlu diperhatikan, dikutip dari Instagram Badan Bahasa Kemendikdasmen, Rabu (18/2/2026).

1. Salat

Kata salat sering ditulis “sholat”. Dalam bahasa Indonesia, bentuk baku yang diakui adalah salat, tanpa huruf “h” setelah huruf “s”.

2. Sahur

Kata sahur terkadang ditulis “saur”. Penulisan yang benar adalah sahur, sesuai pelafalan yang baku dan tercatat dalam kamus.

Baca juga: Sirene atau Sirine, Mana Kata yang Baku Menurut KBBI?

3. Beduk

Beduk masih kerap ditulis “bedug”. Dalam bentuk baku, kata yang benar adalah beduk, yaitu alat tabuh besar yang biasa digunakan sebagai penanda waktu ibadah.

4. Masjid

Penulisan masjid masih sering keliru menjadi “mesjid”. Bentuk yang benar adalah masjid, mengikuti ejaan baku yang berlaku.

5. Jemaah

Kata jemaah sering ditulis “jamaah”. Dalam bahasa Indonesia, penulisan yang tepat adalah jemaah, termasuk dalam penggunaan resmi di berbagai dokumen dan media.

6. Al-Qur'an

kitab suci umat Islam ditulis Al-Qur'an, bukan “alquran”. Penulisan yang benar menggunakan tanda hubung dan huruf kapital pada awal kata.

7. Takjil

Istilah takjil kadang ditulis “ta'jil”. Dalam penggunaan bahasa Indonesia, bentuk baku yang dianjurkan adalah takjil, yang merujuk pada makanan atau minuman untuk berbuka puasa.

8. Musala

Tempat ibadah kecil ditulis musala, bukan “mushola”. Bentuk baku ini telah lama ditetapkan dalam pedoman bahasa Indonesia.

9. Wudu

Kata wudu sering ditulis “wudhu”. Penulisan baku dalam bahasa Indonesia adalah wudu, tanpa huruf “h” di akhir.

10. Tarawih

Salat sunah di malam Ramadan ditulis tarawih, bukan “taraweh”. Bentuk baku tarawih digunakan dalam penulisan resmi dan media.

(nnz)

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |