Sambut Jemaah Haji Gelombang II, PPIH Daker Makkah Siaga 24 Jam Tanpa Jeda

4 hours ago 1

loading...

Kadaker Makkah Ihsan Faisal. Foto/MCH 2026

MAKKAH - Kesunyian di lobi-lobi hotel sektor pemondokan Makkah dipastikan segera berakhir seiring dimulainya "maraton" pelayanan gelombang kedua pada Kamis (7/5/2026) ini. Petugas haji yang sebelumnya memiliki waktu jeda di sela kedatangan jemaah dari Madinah, kini harus bersiap dengan jadwal kedatangan yang tak kenal waktu.

Gelombang kedua haji bukan sekadar perpindahan lokasi pendaratan dari Madinah ke Jeddah, melainkan sebuah ujian ketahanan bagi sistem pelayanan. Sebanyak 260 kloter akan mulai membanjiri Kota Suci Makkah secara bergelombang langsung dari berbagai embarkasi di penjuru Nusantara.

Jemaah Kloter SOC 44 asal Solo akan menjadi rombongan pertama yang membelah keheningan pagi di Makkah pada Kamis (7/5/2026) pukul 09.55 Waktu Arab Saudi. Kedatangan mereka membawa tantangan unik karena seluruh jemaah dipastikan sudah dalam kondisi berihram dan siap menuntaskan kewajiban umrah.

Baca Juga: Sejarah Kiswah Kakbah: Dari Beragam Warna hingga Hitam yang Mendunia

"Insyaallah kita akan menerima kloter pertama dari gelombang kedua ini yaitu dari kloter SOC 44 dari Solo," jelas Kadaker Makkah Ihsan Faisal kepada Tim Media Center Haji (MCH) 2026.

Ihsan menekankan, pada fase ini rasa lelah petugas bukan lagi menjadi variabel yang dipertimbangkan. Seluruh personel dari berbagai daker kini mulai menyatu di Makkah, membentuk benteng pelayanan yang kokoh demi menyukseskan puncak haji yang tinggal menghitung hari.

Fokus perlindungan terhadap jemaah lansia dan disabilitas tetap menjadi detak jantung utama dalam setiap skema pergerakan. Petugas tidak akan memaksakan jemaah lansia untuk langsung melaksanakan umrah wajib bersama rombongan yang sehat demi menghindari risiko fisik.

"Nanti yang memerlukan kursi roda para jemaah lansia dan disabilitas, kita akan melaksanakan setelah para jemaah yang lainnya," tutur Ihsan.

Model pelayanan bergantian ini terbukti efektif pada gelombang pertama untuk mengurangi kepadatan di area tawaf. Jemaah yang lebih bugar diminta untuk membantu mendampingi para sesepuh mereka dalam trip keberangkatan umrah yang telah dijadwalkan secara terpisah.

Kepastian keselamatan ini menjadi bagian dari strategi besar Darul Mafasid atau mendahulukan pencegahan kemudaratan daripada mengejar kemaslahatan sunah. Negara ingin memastikan bahwa setiap tetes keringat jemaah lansia di Makkah berbuah pada kesempurnaan ibadah saat wukuf nanti.

Kini, dengan berkumpulnya 100 persen kekuatan petugas di Makkah, kesiapan operasional diklaim telah mencapai titik maksimal. Pengalaman melayani 110 kloter awal dari Madinah menjadi modal berharga bagi petugas untuk menaklukkan dinamika gelombang kedua yang jauh lebih menantang.

(zik)

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |