Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri

8 hours ago 5

loading...

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan bahwa galon guna ulang yang beredar di tengah masyarakat aman dipakai. Foto/Dok

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) memastikan bahwa galon guna ulang yang beredar di tengah masyarakat aman dipakai. Kepala BPOM, Taruna Ikrar menegaskan bahwa galon-galon tersebut sudah terstandar SNI dan mendapatkan pengawasan otoritas secara berkala guna menjamin kesehatan dan kebersihannya.

"Ya tentu aman, yang sudah (tersertifikasi) Badan POM nya sudah pasti aman. Karena salah satu persyaratan Badan POM mengeluarkan kalau dia sudah punya SNI. Jadi semua kemasan yang ber-SNI itu aman," kata Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta.

Taruna memastikan bahwa jaminan keamanan tersebut tidak hanya datang dari label SNI yang ada di galon tetapi juga pengawasan ketat BPOM terhadap peredaran kemasan pangan tersebut. Dia melanjutkan, BPOM memeriksa seluruh proses produksi hingga sertifikasi produk, pabrik, dan kemasan.

"Jadi kita tidak sekedar administratif tapi kita ada data empirisnya, jadi kalau sudah ada data Badan POM, aman," katanya.

Baca Juga: Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai

Proses pemeliharaan dan pengisian air dengan kemasan guna ulang, pada AMDK bermerek, pada umumnya melalui proses yang panjang dan memenuhi standar industri yang dikeluarkan Kemenperin dan Badan Standar Nasional (BSN).

Pada Umumnya, pabrik AMDK internasional memiliki standar yang lebih tinggi untuk menjaga kebersihan galon agar kemasan yang dipakai tetap steril dan bersih sebelum diisi ulang. Tahapannya mulai inspeksi kondisi fisik wadah, pencucian dan sterilisasi bagian dalam maupun luar galon, pengisian air minum melalui sistem filtrasi, hingga pengecekan ulang dan penyegelan untuk memastikan air tetap higienis saat sampai di tangan Anda.

Untuk pembersihan dalam, galon dibilas dengan air murni bertekanan tinggi untuk memastikan tidak ada residu zat pembersih yang tertinggal. Kemudian disterilkan menggunakan desinfektan khusus (seperti ozon) untuk memastikan kuman atau bakteri dari pemakaian sebelumnya mati. Semua proses dilakukan dengan mesin, secara otomatis, tertutup dan tanpa sentuhan tangan manusia.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |