loading...
Salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Rabiul Awal adalah pelaksanaan salat Jumat oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam setibanya di Madinah. Foto ilustrasi/Sindonews
Salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Rabiul Awal adalah pelaksanaan salat Jumat oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam setibanya di Madinah.
Salat Jumat tersebut dilaksanakan di sebuah tempat yang kemudian dikenal sebagai Masjid Jumat. Masjid ini berada di kawasan Wadi Ranuna, tidak jauh dari Quba. Dinamakan Masjid Jumat karena di tempat inilah Rasulullah SAW pertama kali menunaikan salat Jumat setelah hijrah dari Makkah ke Madinah.
Namun, sejarah salat Jumat ternyata telah dimulai sebelum Rasulullah SAW tiba di Madinah. Lantas, siapa yang pertama kali menggagas pelaksanaan salat Jumat?
Asal-usul Nama Hari Jumat
Sebelum dikenal dengan nama Jumat, hari setelah Kamis disebut Arubah. Nama tersebut memiliki makna "hari yang agung".
Dr Wahbah az-Zuhaili menyebutkan bahwa orang yang pertama kali menggunakan istilah "Jumat" untuk menyebut hari tersebut adalah Ka'ab bin Lu'ay.
Baca juga: Kisah-kisah Menjelang Wafatnya Rasulullah SAW, Isyarat Ajal dan Tegaskan Kepemimpinan Usamah
Sementara itu, menurut Ibnu Sirin, istilah Jumat pertama kali digunakan oleh kaum Anshar. Sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Yatsrib, penduduk Madinah biasa berkumpul pada hari Arubah.
Mereka kemudian berpikir bahwa umat Yahudi memiliki hari khusus untuk berkumpul, yakni Sabtu, sedangkan umat Nasrani memiliki hari Ahad.
"Kita memiliki satu hari untuk berkumpul, berzikir dan berdoa kepada Allah," demikian gagasan mereka sebagaimana dikisahkan dalam sejumlah riwayat.
Kaum Anshar kemudian memilih hari Arubah sebagai waktu berkumpul. Mereka menemui As'ad bin Zurarah atau Abu Umamah. Dalam pertemuan tersebut, mereka melaksanakan salat dua rakaat dengan As'ad bin Zurarah sebagai imam.
As'ad juga menyembelih seekor kambing untuk hidangan makan bersama. Sejak peristiwa tersebut, hari Arubah kemudian dikenal dengan nama Jumat, yang secara harfiah bermakna "hari berkumpul".
Keistimewaan Hari Jumat dalam Islam
Hari Jumat memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selain menjadi momentum berkumpulnya kaum Muslimin dalam salat Jumat, hari ini juga memiliki sejumlah keutamaan yang disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya. Dan Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat." (HR Muslim).
Hadis tersebut menunjukkan keistimewaan hari Jumat dibandingkan hari-hari lainnya.


















































