Pentingnya Gentle Parenting, Mengasuh Tanpa Marah dan Teriak

1 day ago 10

loading...

Orang tua perlu meningkatkan kualitas pengasuhan yang menghormati hak dan kebutuhan anak dengan pendekatan gentle parenting. Pola asuh ini sebagai respons atas kebutuhan pengasuhan yang lebih sadar dan berpihak pada pemenuhan hak anak. Foto/Dok. SindoNews

JAKARTA - Orang tua perlu meningkatkan kualitas pola asuh anak yang menghormati hak dan kebutuhan anak dengan pendekatan gentle parenting. Gentle parenting muncul sebagai respons atas kebutuhan pengasuhan yang lebih sadar dan berpihak pada pemenuhan hak anak.

Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ester Terviana menyoroti realita orang tua yang sebagian besar tidak ingin memarahi anaknya. Namun, kerapkali orang tua belum mengetahui kiat membuat anak disiplin tanpa teriak atau marah. Sebagai contoh, hampir sebagian besar orang tua terkesan mengancam pada anak. Misalnya, “kalau tidak nurut mama marah!', “kalau gak nurut, mama pergi”. Baca juga: Bangun Generasi Tangguh, Ini Pola Asuh Tepat untuk Anak-anak Digital

“Realitas kegalauan itu kerap dijumpai para orang tua. Kenapa anakku tidak mau belajar?, kenapa anakku main terus?, kenapa anakku tidak patuh?, kapan anakku bisa baca?” kata Ester di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Kajian yang dilakukan Ester menemukan dua pola asuh anak yang selama ini dilakukan orang tua, yakni parenting keras (marah, teriak); dan parenting terlalu memanjakan. “Dampak parenting keras, bahwa anak patuh karena takut, anak mudah melawan saat besar, anak sulit mengontrol emosi, anak tidak berani mengungkapkan perasaannya, serta anak tidak mempercayai orang tua,” ungkapnya.

Menurut Ester, dampak orang tua terlalu memanjakan anak akan membuat anak menjadi pribadi yang kurang mandiri. Kemudian anak tidak memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab, anak bisa manipulatif karena terlalu sering dilindungi, dan kemampuan interaksi sosial anak menjadi buruk.

Oleh karena itu, diperlukan terobosan strategi mengasuh anak dengan tenang, tegas, konsisten dan penuh empati. Bahwa, prinsip gentle parenting adalah tenang sebelum mendidik, memahami emosi anak, tetap ada aturan, dan mengajarkan bukan menghukum. “Kebutuhan anak yang sebenarnya adalah anak butuh orang tua yang hangat, orang tua yang tegas, dan aturan yang konsisten,” terangnya.

Ester lantas memberikan 5 strategi gentle parenting untuk para orang tua. Pertama, orang tua turun ke level anak. “Dekati anak dan lihat matanya saat berbicara,” ujarnya.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |