loading...
China hentikan ekspor drone penting ke AS sebagai respons setelah Amerika kenakan tarif besar-besaran pada Beijing dan 59 mitra dagang lainnya, termasuk Indonesia. Foto/Beyond the Horizon/Asia Times
BEIJING - Pemerintah China mengumumkan penghentian ekspor drone penting ke Amerika Serikat (AS) dan memasukkan enam perusahaan Amerika ke dalam daftar hitam. Tindakan ini sebagai pembalasan atas pemberlakuan tarif yang diberlakukan oleh Washington terkait isu kerja paksa dan kekhawatiran keamanan nasional.
Langkah Beijing diambil beberapa hari setelah pemerintah Presiden Donald Trump memberlakukan tarif baru terhadap China dan 59 negara lainnya, termasuk Indonesia.
Baca Juga: 25 Negara Bagian AS Gugat Trump karena Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lain
"Tindakan AS tersebut sangat merugikan hak dan kepentingan sah China," kata Kementerian Perdagangan China melalui juru bicaranya dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.
"China hanya dapat mengambil tindakan balasan yang diperlukan sebagai respons, termasuk memperketat kontrol ekspor drone, serta komponen dan teknologi utamanya, ke AS," lanjut pernyataan tersebut, yang dikutip AFP, Kamis (6/8/2026).
Menurut kementerian itu, langkah-langkah Beijing juga mencakup penangguhan inspeksi lanjutan pabrik oleh badan sertifikasi China, memasukkan perusahaan pengujian kepatuhan AS ke dalam daftar hitam, serta memulai penyelidikan keamanan nasional terhadap impor printer kantor dan mesin fotokopi.
Selain itu, China menjatuhkan sanksi kepada enam perusahaan asal AS, di antaranya perusahaan bioteknologi Applied DNA Sciences dan perusahaan riset geosains Stratum Reservoir. Berdasarkan sanksi tersebut, seluruh organisasi dan individu di China dilarang melakukan transaksi, kerja sama, maupun bentuk aktivitas lain yang terkait dengan perusahaan-perusahaan itu.
PBB telah memperingatkan adanya kemungkinan kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah Xinjiang yang menyasar kelompok minoritas Uighur—yang sebagian besar beragama Islam—sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh China.


















































