Militer Baghdad Sangkal Ada Pangkalan Rahasia Israel di Irak untuk Serang Iran

10 hours ago 8

loading...

Militer Baghdad menyangkal adanya pangkalan militer rahasia Israel di Irak yang digunakan untuk perang melawan Iran. Foto/Boeing

BAGHDAD - Komando Operasi Gabungan (JOC) Militer Irak membantah adanya pangkalan militer rahasia Israel di wilayah gurun negara itu yang dioperasikan untuk perang melawan Iran. Menurut JOC tidak ada "kehadiran pangkalan dan pasukan tidak sah" di negara Islam tersebut.

JOC menuduh beberapa pihak berusaha memanfaatkan secara politis peredaran gambar-gambar usang terkait dengan insiden yang terjadi pada bulan Maret, di mana pasukan Irak melawan detasemen tak dikenal di daerah gurun selatan yang menyebabkan seorang tentara Irak tewas.

Baca Juga: Israel Ternyata Membangun Pangkalan Rahasia di Irak untuk Perang Melawan Iran

“Kami memantau dengan cermat pernyataan dan berita yang beredar mengenai kehadiran pangkalan dan pasukan tidak sah di wilayah Irak, khususnya di gurun Karbala di sebelah timur Nukhayb dan Najaf,” bunyi pernyataan Security Media Cell (SMC), cabang media JOC.

Menurut SMC, masalah tersebut berkaitan dengan insiden yang terjadi pada 5 Maret 2026, ketika pasukan keamanan Irak dari Komando Operasi Karbala, serta dari Najaf, terlibat dalam pertempuran dengan detasemen tak dikenal dan tidak sah yang didukung oleh pesawat terbang. "Yang mengakibatkan kematian seorang pejuang keamanan Irak, melukai dua orang lainnya, dan kerusakan pada sebuah kendaraan," lanjut SMC.

“Laporan mengenai tugas di atas, yang disetujui oleh seluruh komandan keamanan, menegaskan bahwa tidak ada pangkalan atau pasukan tidak sah selama periode terakhir sejak tanggal tersebut hingga hari ini,” imbuh SMC.

Pernyataan penyangkalan tersebut muncul sebagai respons atas laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada hari Sabtu, yang menyatakan: “Israel mendirikan pos militer rahasia di gurun Irak untuk mendukung kampanye udaranya melawan Iran dan melancarkan serangan udara terhadap pasukan Irak yang hampir menemukannya di awal perang."

Laporan WSJ itu mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, termasuk para pejabat Amerika Serikat (AS).

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |