Rombak Dewan Komisaris dan Direksi, LPCK Perkuat Momentum Pertumbuhan Properti

4 hours ago 4

loading...

LPCK mengumumkan perubahan susunan dewan komisaris dan direksi dalam RUPST di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Jumat (8/5/2026). Perseroan meraih capaian kinerja keuangan dengan pendapatan sebesar Rp4,52 triliun dan EBITDA sebesar Rp381,3 miliar. Foto/Dok

JAKARTA - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengumumkan perubahan susunan dewan komisaris dan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Jumat (8/5/2026). Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Termasuk capaian kinerja keuangan dengan pendapatan sebesar Rp4,52 triliun dan EBITDA sebesar Rp381,3 miliar.

Manajemen LPCK menyambut kehadiran jajaran dewan komisaris dan direksi baru ini dengan optimisme tinggi. ”Perseroan meyakini bahwa kolaborasi dan kepemimpinan yang solid dari para profesional tersebut akan memberikan nilai tambah signifikan dalam mendorong pertumbuhan bisnis, khususnya di sektor properti yang masih memiliki prospek menjanjikan,” demikian pernyataan resmi LPCK, Selasa (12/5/2026). Baca juga: Gelar RUPST 2026, LPKR Umumkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru

Pendapatan tahun 2025 sebesar Rp4,52 triliun ditopang serah terima rumah tapak, apartemen, unit komersial (ruko), serta penjualan lahan industri. Selain itu, segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan turut memberikan kontribusi terhadap kinerja Perseroan. Sementara itu, EBITDA tercatat positif sebesar Rp381,3 miliar dengan EBITDA margin sebesar 8% terhadap total pendapatan.

Pada RUPST tahun ini juga pemegang saham menyetujui dan/atau meratifikasi partisipasi Perseroan dalam program 3 juta rumah melalui hibah lahan kepada pemerintah. Hibah lahan ini bertujuan untuk membantu mengatasi backlog perumahan nasional, memperluas akses kepemilikan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sekaligus mendorong sektor perumahan sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemilihan koridor Cikarang–Bekasi (KM34, exit Cibatu), termasuk kawasan Meikarta, sebagai lokasi pengembangan, dilakukan berdasarkan pertimbangan strategis pemerintah. Hal ini mengingat kawasan ini merupakan pusat industri nasional dengan kebutuhan hunian yang tinggi, didukung konektivitas infrastruktur yang terintegrasi, serta memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses yang lebih dekat terhadap pusat pekerjaan dan fasilitas publik.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |