Komandan Skuadron Yunani Ditangkap karena Bocorkan Rencana Rahasia NATO kepada China

2 hours ago 2

loading...

Kolonel Christos Flessas, komandan skuadron Angkatan Udara Yunani, ditangkap karena bocorkan rencana rahasia militer NATO kepada China. Foto/X@bartueken7

ATHENA - Seorang komandan skuadron Angkatan Udara Yunani telah ditangkap dan ditahan atas tuduhan spionase setelah membocorkan rencana militer NATO yang sangat rahasia kepada China. Pengkhianatan ini dilakukan demi imbalan uang tunai.

Komandan bernama Kolonel Christos Flessas (54) itu menghadapi hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.

Flessas menggambarkan dirinya secara online sebagai seorang perwira telekomunikasi yang sangat berpengalaman dengan akreditasi NATO. Dia telah muncul di pengadilan pada Selasa lalu setelah penangkapannya pada 5 Februari di pangkalan militer di lingkungan Kavouri, Patras, Yunani barat, tempat dia memimpin skuadron pelatihan.

Baca Juga: AS Cari Gara-gara, CIA Bujuk Perwira Militer China Jadi Informan

Menurut laporan media-media Yunani, badan mata-mata setempat—Dinas Intelijen Nasional—telah menghabiskan empat bulan untuk mengungkap kasus Flessas. Kasus ini dikembangkan setelah dinas tersebut mendapat informasi dari Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat.

Ini adalah kasus spionase terbaru dalam serangkaian kasus yang diungkapkan oleh pemerintah Eropa dalam beberapa minggu terakhir, tetapi terdakwa termasuk di antara perwira militer paling senior yang dituduh bertindak sebagai agen intelijen China.

Sebagai komandan skuadron, Flessas memiliki akses ke informasi rahasia termasuk pergerakan pesawat Yunani, Amerika Serikat, dan NATO. Angkatan Udara AS mengoperasikan drone MQ-9 Reaper dari pangkalan udara Larissa di timur Yunani.

Flessas mengeklaim dirinya adalah korban jebakan. Angkatan Bersenjata Yunani, yang telah menskorsnya selama 18 bulan sambil menunggu persidangan, mengatakan ada bukti jelas pelanggaran yang melibatkan kolonel Angkatan Udara tersebut.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |