Jerman, Prancis, dan PBB Kecam Ben-Gvir karena Minta Tentara Israel Bunuh 40 Warga Gaza Per Malam

5 hours ago 4

loading...

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir serukan tentara Zionis bunuh 30 hingga 40 warga Gaza per malam. Foto/Erik Marmor/Flash90

TEL AVIV - Jerman, Prancis, dan PBB mengecam keras Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir karena menyerukan tentara Zionis membunuh 30 atau 40 orang setiap malam di Gaza. Ben-Gvir bahkan menyebut warga Palestina "bukan manusia".

"Kanselir Jerman Friedrich Merz mengecam keras seruan tidak manusiawi yang disampaikan oleh Menteri [Itamar] Ben-Gvir, yang melanggar hukum internasional," kata juru bicara pemerintah Jerman, Sebastian Hille. "Hal itu tidak dapat diterima," lanjut dia.

Baca Juga: Menteri Zionis Minta Tentara Israel Bunuh 30-40 Warga Gaza Per Malam: 'Mereka Bukan Manusia'

Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Noel Barrot juga mengecam keras pernyataan Ben-Gvir. "Tidak dapat ditoleransi dan tidak manusiawi," katanya dalam sebuah wawancara dengan surat kabar La Montagne, Rabu (19/8/2026).

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggambarkan seruan Ben-Gvir itu sebagai hal yang mengerikan. "Itu keterlaluan. Itu merendahkan martabat manusia, dan berbahaya," kata juru bicaranya.

Israel melancarkan serangan militer ke Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Ben-Gvir, yang kini menghadapi desakan dari beberapa negara Eropa untuk menjatuhkan sanksi di tingkat blok tersebut, menyampaikan seruan pembunuhan massal itu dalam sebuah podcast bersama Rom Braslavski, warga Israel yang pernah jadi sandera Hamas di Gaza.

"Menurut saya, pembunuhan terarah harus dilakukan di Gaza, melenyapkan 30 hingga 40 orang setiap malam. Bukan hanya mereka yang menimbulkan ancaman langsung—ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka tidak seharusnya hidup. Mereka bahkan bukan manusia," papar Ben-Gvir dalam podcast tersebut.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |