Asal-Usul dan Kisah Puasa Tarwiyah-Arafah

21 hours ago 7

loading...

Asal-Usul dan kisah puasa Tarwiyah-Arafah menarik dan penting diketahui umat Muslim. Bagaimana sebenarnya kisah di balik anjuran puasa sunnah Zulhijjah tersebut. Foto ilustrasi/ist

Asal-Usul dan kisah puasa Tarwiyah-Arafah menarik dan penting diketahui umat Muslim. Bagaimana sebenarnya kisah di balik anjuran puasa sunnah Zulhijjah tersebut. Simak ulasan singkatnya berikut ini.

Sejarah Puasa Tarwiyah

Kata “Tarwiyah” berasal dari bahasa Arab tarawwa yang berarti “berpikir”, “merenung”, atau “membawa bekal air”. Dalam sejarah ibadah haji, tanggal 8 Zulhijjah merupakan hari ketika para jemaah mulai mempersiapkan diri menuju Arafah dengan membawa persediaan air karena pada masa dahulu kawasan tersebut sangat minim sumber air.

Selain itu, sebagian ulama juga mengaitkan Hari Tarwiyah dengan perjalanan spiritual Nabi Ibrahim Alaihisallam. Pada malam sebelum penyembelihan Nabi Ismail AS, Nabi Ibrahim merenungkan mimpi yang beliau terima sebagai wahyu dari Allah SWT. Proses perenungan inilah yang kemudian dikenal dengan istilah Tarwiyah.

Walaupun hadis tentang keutamaan khusus Puasa Tarwiyah diperselisihkan tingkat kekuatannya oleh para ulama, namun puasa pada awal Dzulhijjah tetap termasuk amalan saleh yang dianjurkan.

Baca juga: Bolehkah Puasa Arafah Tanpa Tarwiyah? Bagaimana Hukumnya?

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama Zulhijjah.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menjadi landasan kuat bahwa memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah, pada awal Dzulhijjah sangat dianjurkan.

Sejarah Puasa Arafah

Sedangkan puasa Arafah berkaitan langsung dengan momentum wukuf di Padang Arafah, yaitu rukun terbesar dalam ibadah haji. Tepatnya pada tanggal 9 Zulhijjah, jutaan jemaah haji berkumpul di Arafah untuk berdoa, berzikir, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Dalam Islam, hari Arafah memiliki kedudukan yang sangat agung. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa tidak ada hari ketika Allah SWT lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka selain Hari Arafah.

Bagi umat Islam yang tidak berhaji, disunnahkan untuk menjalankan Puasa Arafah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus meraih keutamaannya yang luar biasa.

Keutamaan Puasa Tarwiyah

Meskipun tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus menyebut pahala tertentu bagi Puasa Tarwiyah, para ulama tetap memandang puasa ini sebagai bagian dari amalan utama di sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Beberapa keutamaan Puasa Tarwiyah antara lain:

1. Menghidupkan Sunnah di Bulan Zulhijjah

Puasa Tarwiyah menjadi bentuk kesungguhan seorang muslim dalam memanfaatkan hari-hari terbaik untuk beribadah.

2. Melatih Ketakwaan dan Keikhlasan

Puasa membantu seorang muslim menjaga hawa nafsu, memperbanyak dzikir, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Menjadi Persiapan Spiritual Menjelang Hari Arafah dan Iduladha

Puasa Tarwiyah juga menjadi sarana membersihkan hati sebelum menyambut Hari Raya Kurban.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar dan didukung oleh hadis sahih. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah SWT bagi hamba-Nya yang menjalankan Puasa Arafah dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Selain itu, keutamaan lainnya meliputi:

1. Penghapus Dosa Dua Tahun

Keutamaan ini menjadi salah satu keistimewaan terbesar Puasa Arafah dibandingkan puasa sunnah lainnya.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |