Wolfgangs Steakhouse Resmi Buka Gerai Ketiganya di Bali

4 hours ago 3

loading...

Foto: Doc. Istimewa

BALI - Wolfgang’s Steakhouse, restoran legendaris yang lahir di Park Avenue, Manhattan, resmi membuka pintu gerai terbarunya di kawasan prestisius Parc Valle Petitenget. Kehadiran gerai ketiga Wolfgang’s di Indonesia ini melanjutkan jejak dua gerai sebelumnya, yaitu Wolfgang’s Steakhouse Jakarta (ÉLYSÉE SCBD) sebagai gerai pertama dan Wolfgang’s Teppan Jakarta (Keraton at The Plaza) sebagai gerai kedua.

Sejak pertama kali hadir di Indonesia pada 2020, Wolfgang’s Steakhouse terus berkembang dan memperluas eksistensinya. Keinginan untuk berekspansi ke Bali telah menjadi bagian dari perjalanan brand sejak beberapa tahun terakhir,hingga akhirnya dapat mewujudkan kehadirannya di Pulau Dewata dan menjadi bagian dari dinamika kuliner serta gaya hidup premium Bali.

Pembukaan Wolfgang’s di Bali dirayakan melalui rangkaian acara Press Conference dan VIP Dinner Gathering, yang diawali dengan pertunjukan tari tradisional Bali, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan terhadap tradisi lokal, serta pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya Wolfgang’s Steakhouse Bali. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan atraksi fireworks dance yang spektakuler, menerangi langit malam Petitenget.

Berbeda dari konsep seafood atau relaxed dining yang mendominasi kawasan pesisir Bali, Wolfgang’s Steakhouse membawa standar fine dining khas Manhattan yang autentik. Bintang utamanya adalah sajian USDA Prime Beef yang melalui proses dry-aging terukur di ruang khusus bersuhu dan berkelembapan ketat selama 28 hari. Salah satu sajian ikoniknya adalah Porterhouse, yang menjadi representasi dari karakter steak khas Wolfgang’s.

Seperti yang dijelaskan oleh Chef Amiro Cruz:“Porterhouse berasal dari bagian short loin dan terdiri dari dua bagian daging yang dipisahkan oleh tulang berbentuk T , yaitu Tenderloin atau Filet Mignon yang dikenal sangat lembut serta New York Strip atau Sirloin dengan karakter rasa beefy yang lebih kuat.”

Dalam penyajiannya, Porterhouse dimasak dalam kondisi bone-in sebagai potongan utuh berukuran besar, kemudian diiris sebelum disajikan di atas sizzling platter yang sangat panas, dengan tulang tetap menjadi bagian dari presentasi. Daging kemudian dipanggang pada suhu ekstrem 800°C (broiler) hingga menghasilkan lapisan kerak berkaramel (crust) di bagian luar, sementara bagian dalamnya tetap mempertahankan kelembutan tekstur dan kelezatan jus daging yang murni. Hasil proses tersebut menghadirkan pengalaman menikmati steak dengan karakter rasa gurih, nutty, dan kompleks yang menjadi ciri khas Wolfgang’s Steakhouse.
Warisan Manhattan dan Dominasi di Asia Didirikan oleh Wolfgang Zwiener, ekspansi global Wolfgang’s Steakhouse lahir dari dedikasi terhadap kualitas tanpa kompromi, teknik craftsmanship tinggi, dan hospitality yang hangat.

Saat ini, Wolfgang’s Steakhouse telah mengoperasikan lebih dari 40 gerai di kota-kota megapolitan dunia, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Filipina, Singapura, Thailand, Hong Kong, dan Indonesia.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |