Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi

15 hours ago 10

loading...

Tentara Zionis Israel hancurkan patung Yesus dengan palu godam di sebuah desa Kristen di Lebanon pada April lalu. Foto/Screenshot/X@ytirawi

BEIRUT - Pada April lalu, tentara Zionis Israel menghancurkan patung Yesus Kristus dengan palu godam di sebuah desa Kristen di Lebanon. Ironisnya, sekarang Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim bahwa beberapa desa Kristen di Lebanon meminta untuk dianeksasi atau dicaplok oleh Israel agar dilindungi dari kelompok Hizbullah.

Lebanon telah terseret ke dalam perang Timur Tengah yang lebih luas pada 2 Maret ketika Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel.

Baca Juga: Viral Foto Tentara Israel Hantam Patung Yesus dengan Palu Godam, Ini Respons IDF

Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran dan invasi darat ke Lebanon selatan, menyebabkan jutaan orang mengungsi dan menewaskan lebih dari 4.000 orang, sementara pasukannya masih menduduki wilayah di dekat perbatasan.

"Desa-desa Kristen di Lebanon, beberapa di antaranya sebenarnya telah meminta untuk dianeksasi oleh Israel, karena kami melindungi mereka dari Hizbullah, para fanatik Hizbullah yang ingin membunuh mereka, dan kami melakukan hal yang sama dengan orang Kristen di mana pun," klaim Netanyahu kepada acara "The Sunday Briefing" Fox News.

Netanyahu tidak menyebutkan nama desa-desa Kristen yang menurutnya telah mengajukan permintaan aneksasi tersebut.

Wali Kota Rmeish Hanna al-Amil, sebagaimana dikutip NNA, membantah keras klaim Netanyahu. Rmeish adalah kota tempat desa-desa Kristen berada.

"Bahkan mempertimbangkan gagasan itu sama sekali tidak mungkin," kata al-Amil. "15 kota Kristen telah mengeluarkan pernyataan dua hari yang lalu yang membantah klaim tersebut," katanya lagi.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |