loading...
Babak baru sejarah Timur Tengah kembali tercipta. Prancis secara resmi mengumumkan akan mengembalikan aset sitaan senilai lebih dari 50 juta euro (sekitar Rp1 triliun) milik lingkaran dalam dinasti rezim Bashar al-Assad. Foto/Dok
JAKARTA - Babak baru sejarah Timur Tengah kembali tercipta. Prancis secara resmi mengumumkan akan mengembalikan aset sitaan senilai lebih dari 50 juta euro (sekitar Rp1 Triliun dengan kurs Rp20.488 per euro) milik lingkaran dalam dinasti rezim Bashar al-Assad yang telah runtuh ke tangan rakyat Suriah . Pengumuman mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam kunjungan bersejarahnya ke ibu kota Damascus.
Langkah besar ini menandai runtuhnya sisa-sisa kejayaan dinasti korup yang sempat mencengkeram Suriah selama puluhan tahun. Dalam konferensi pers bersama Presiden Interim Suriah yang baru, Ahmed al-Sharaa, Macron menegaskan bahwa ratusan miliar rupiah aset tersebut terbukti diperoleh secara ilegal melalui praktik korupsi masif.
Berdasarkan laporan kantor berita resmi Suriah, SANA, kedua negara telah menandatangani deklarasi resmi terkait pengembalian aset-aset milik Rifaat al-Assad. Rifaat adalah paman dari mantan diktator Bashar al-Assad sekaligus mantan Wakil Presiden Suriah yang dikenal gemar menimbun kekayaan di luar negeri dari hasil memeras kekayaan negara.
Baca Juga: Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
Kunjungan Macron ini menjadikannya sebagai pemimpin Uni Eropa pertama yang menginjakkan kaki di Suriah sejak perang saudara melanda negara itu selama 13 tahun, hingga terjadinya pergolakan politik besar yang berhasil menggulingkan kekuasaan keluarga Assad pada akhir 2024 lalu.
Hubungan Diplomatik Resmi Bangkit
Selain memulangkan uang ilegal, pertemuanni juga menghasilkan kesepakatan besar lainnya. Prancis dan Suriah sepakat untuk kembali saling bertukar duta besar dan memulihkan representasi diplomatik penuh.


















































