loading...
Kegiatan pendidikan politik dan konsolidasi demokrasi yang digelar DPW Partai Perindo Sulawesi Tengah di Kabupaten Donggala, Kamis (9/4/2026). Foto/Istimewa
DONGGALA - Penguatan struktur partai politik tidak hanya berorientasi pada konsolidasi internal, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam konteks pembangunan daerah, peran kader dinilai penting sebagai penghubung antara kebijakan dan kebutuhan riil masyarakat, terutama dalam mendorong ekonomi rakyat naik kelas.
Hal ini menjadi fokus dalam kegiatan pendidikan politik dan konsolidasi demokrasi yang digelar DPW Partai Perindo Sulawesi Tengah di Kabupaten Donggala , Kamis (9/4/2026). Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pengurus mulai dari tingkat DPD, DPC hingga DPRt sebagai bagian dari penguatan struktur partai hingga akar rumput.
Ketua DPW Partai Perindo Sulawesi Tengah yang juga Anggota DPRD Sulteng, Mahfud Masuara, menegaskan bahwa konsolidasi yang dilakukan tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi harus mampu menghasilkan kerja politik yang terukur dan berdampak.
Baca Juga: Abrasi Dobo Ancam Hunian dan Ekonomi Warga, Aleg Perindo Welhelm Kurnala Desak Perbaikan Talud
"Kami memastikan konsolidasi partai tidak berhenti pada seremonial, tetapi menghasilkan dampak nyata melalui penguatan struktur hingga tingkat DPRt, penetapan target kerja terukur, serta sistem monitoring berjenjang yang berorientasi pada peningkatan basis dukungan dan perolehan suara," ujarnya.
Menurut dia, penguatan struktur partai harus sejalan dengan peningkatan kualitas peran kader di tengah masyarakat. Kader tidak hanya berfungsi sebagai mesin politik, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Kami mendorong kader hadir sebagai problem solver di tengah masyarakat, dengan menjalankan program berbasis kebutuhan riil seperti pemberdayaan UMKM, pendampingan petani dan nelayan, serta menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kepercayaan publik," kata Mahfud.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, di mana peran kader diarahkan untuk mendukung sektor-sektor produktif yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.


















































