loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Senin (9/3/2026) dengan penurunan 24 poin atau sekitar 0,15% ke level Rp16.949 per dolar AS. Foto/Arif Julianto, SINDO Photo
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Senin (9/3/2026) dengan penurunan 24 poin atau sekitar 0,15% ke level Rp16.949 per dolar AS. Pelemahan kurs rupiah juga terlihat pada data JISDOR BI (Bank Indonesia), yang hari ini ditutup menjadi Rp16.974/USD.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu harga minyak melonjak hingga 30% jauh melampaui USD100 per barel. Bahkan harga minyak dunia mendekati level tertinggi yang terlihat selama awal perang Rusia-Ukraina pada tahun 2022.
“Serangan udara Israel dan AS menargetkan fasilitas minyak Iran selama akhir pekan, sementara Teheran membalas dengan meluncurkan serangan rudal terhadap beberapa fasilitas minyak di negara-negara Timur Tengah,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Iran juga secara efektif memblokir Selat Hormuz dengan menyerang kapal-kapal di jalur pelayaran tersebut, menurut laporan. Selat Hormuz diketahui merupakan sumber minyak utama bagi sebagian besar Asia, dan potensi penutupannya akan menyebabkan gangguan pasokan bagi sebagian besar wilayah tersebut.
Selain itu, Iran pada hari Senin menunjuk Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi, menandakan bahwa kelompok garis keras tetap memegang kendali di Teheran seminggu setelah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.


















































