Kisah Heroik Try Sutrisno, Jadi Informan bagi Pejuang Kemerdekaan saat Melawan Penjajah

20 hours ago 6

loading...

Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Foto/SindoNews

JAKARTA - Indonesia berduka, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno meninggal dunia pada hari ini di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Selama hidupnya, Try Sutrisno memiliki andil besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kiprahnya di dunia militer tak perlu diragukan, pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur 15 November 1935 ini merupakan anak dari pasangan Soebandi yang berprofesi sebagai sopir ambulans di Rumah Sakit Belanda dan Mardiyah.

Try Sutrisno yang lahir di masa Revolusi Kemerdekaan, merasakan sulitnya hidup di masa itu. Bahkan, Try Sutrisno harus mengungsi ke Mojokerto ketika Belanda yang berkedok NICA mendarat di Surabaya. Untuk membantu orang tuanya, Try Sutrisno menjual air minum di stasiun. Termasuk berjualan koran dan rokok.

Baca juga: Kabar Duka, Try Sutrisno Meninggal Dunia

Sekitar 1948, Try Sutrisno kemudian menjadi Tobang (pesuruh) di markas tentara tidak jauh dari tempatnya mengungsi di Purwosari, Kediri. Keberhasilannya dalam menjalankan tugas sebagai Tobang membuat Try Sutrisno dipercaya menjadi Penyidik Dalam (PD) Batalyon Poncowati.

Tugasnya adalah memberikan informasi penting kepada pejuang yang masih bertahan di Surabaya. Kehidupan semakin membaik setelah perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB). Bersama keluarganya, Try Sutrisno kembali ke rumahnya di Surabaya. Setelah lulus dari SMA, Try Sutrisno kemudian mendaftar di Atekad. Sayangnya, dia gagal dalam pemeriksaan fisik.

Baca juga: Jejak Pendidikan Try Sutrisno, Berawal dari Taruna Atekad hingga Jadi Panglima TNI

Meskipun demikian, Mayor Jenderal GPH Djatikusumo tertarik dengan Try Sutrisno dan memanggilnya kembali. Try Sutrisno akhirnya mengikuti tes kembali di Bandung, Jawa Barat, dan diterima di Atekad. Dari sinilah pengabdiannya di dunia militer di mulai.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |