Kepala BPOM: Konsep ABG Jadi Peta Strategis Indonesia Tingkatkan Daya Saing Global

17 hours ago 8

loading...

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan konsep kolaborasi Academia-Business-Government (ABG) jadi peta strategis Indonesia untuk meningkatkan daya saing global. Foto/Ist

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan bahwa konsep kolaborasi Academia-Business-Government (ABG) merupakan peta strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing global di tengah dinamika perubahan dunia yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang digagas Ikatan Alumni Perhimpunan Pelajar Indonesia (IAPPI) di Auditorium BJ Habibie, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sabtu (14/2/2026).

Taruna menjelaskan, berbagai indikator internasional menunjukkan posisi Indonesia masih berada pada level moderat dan membutuhkan lompatan transformasi yang sistematis.

Baca juga: BPOM Gandeng BNN dan Polri Awasi Peredaran dan Penyalahgunaan Whip Pink

Pada World Competitiveness Index (IMD), daya saing nasional dipengaruhi oleh kinerja ekonomi, efisiensi pemerintah, efisiensi bisnis, serta infrastruktur. Sementara pada Global Health Security (GHS) Index, yang mengukur kesiapsiagaan 195 negara menghadapi pandemi.

Indonesia masih berada pada kategori menengah meskipun pernah dipercaya menjadi tuan rumah Global Health Security Agenda ke-5 sebagai bagian dari peran aktif dalam dialog kesehatan global," kata Taruna, dikutip Minggu (15/2/2026).

Di sektor ketahanan pangan, Global Food Security Index (GFSI) menargetkan peningkatan dari 76,20 pada 2024 menjadi 80,72 pada 2029. Namun tantangan global seperti Society 5.0, digitalisasi, perubahan iklim, kemajuan teknologi komunikasi, serta potensi silent pandemic menuntut pendekatan lintas sektor yang lebih terintegrasi.

Baca juga: BPOM RI Raih Status WHO Listed Authority, Indonesia Sejajar FDA AS dan Regulator Kelas Dunia

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |