Jerman Akan Beli Lebih Banyak Jet Tempur Siluman F-35 AS, Pukulan bagi Otonomi Pertahanan Uni Eropa

16 hours ago 6

loading...

Jerman mempertimbangkan untuk membeli lebih banyak jet tempur siluman F-35 dari Amerika Serikat. Foto/The Aviation Geek Club

BERLIN - Jerman sedang mempertimbangkan untuk membeli lebih banyak jet tempur siluman F-35 dari Amerika Serikat (AS). Langkah ini akan memperdalam ketergantungan Berlin pada teknologi militer Washington karena program Jerman-Prancis untuk jet tempur generasi berikutnya goyah.

Menurut sumber yang dikutip Reuters, Jumat (20/2/2026), Jerman sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan pesanannya atas jet tempur F-35 dari Amerika. Potensi pembelian tersebut dapat melebihi 35 unit jet tambahan. Pada tahun 2022, Berlin berkomitmen untuk membeli 35 unit jet semacam itu, yang dijadwalkan akan dikirimkan akhir tahun ini.

Baca Juga: Skenario AS Serang Iran: Jet Tempur Siluman F-35 dan F-22 di Langit, Rudal Tomahawk di Laut

Potensi akuisisi jet tempur AS tambahan ini muncul di tengah tantangan bagi program Future Combat Air System (FCAS), sebuah inisiatif bersama antara Jerman dan Prancis. Proyek senilai €100 miliar ini bertujuan untuk mengembangkan sistem tempur udara generasi berikutnya untuk menggantikan pesawat tempur Rafale Prancis dan Eurofighter Jerman pada tahun 2040.


Kanselir Merz Meragukan FCAS

Kanselir Jerman Friedrich Merz, saat berbicara di podcast Machtwechsel, meragukan pengembangan jet tempur berawak seperti yang diimpi-impikan Uni Eropa; FCAS.

"Apakah kita masih membutuhkan jet tempur berawak dalam 20 tahun ke depan? Apakah kita masih membutuhkannya, mengingat kita harus mengembangkannya dengan biaya yang sangat besar?" katanya.

Prancis membutuhkan jet berkemampuan nuklir yang kompatibel dengan kapal induk. Jerman tidak. Merz berpendapat bahwa memaksakan persyaratan yang saling bertentangan ini ke dalam satu pesawat menciptakan "masalah dalam profil persyaratan" yang membuat proyek tersebut tidak layak.

Dengan jadwal operasional yang sudah bergeser ke tahun 2045 dan fase demonstrasi yang terhenti, Berlin tampaknya tidak mau menunggu dua dekade untuk sebuah pesawat di atas kertas sementara ancaman keamanan meningkat di perbatasan timurnya.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |