loading...
Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Sony Sulaksono Wibowo, mengatakan penguatan sistem logistik nasional tidak dapat dipisahkan dari sektor transportasi. Foto/istimewa
JAKARTA - Peraturan Presiden ( Perpres ) Nomor 41 Tahun 2026 tentang Penguatan Logistik Nasional dinilai menjadi momentum strategis untuk membenahi tata kelola logistik Indonesia secara menyeluruh. Regulasi tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarmoda, meningkatkan efisiensi distribusi barang, sekaligus menekan biaya logistik nasional hingga mencapai target 8% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada 2045.
Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Sony Sulaksono Wibowo, mengatakan penguatan sistem logistik nasional tidak dapat dipisahkan dari sektor transportasi. Meski demikian, Sony menegaskan logistik memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan transportasi.
"Kalau kita bicara logistik, itu adalah sebuah proses yang dimulai dari pelabuhan, pergudangan, hingga barang sampai ke pusat distribusi atau ritel. Transportasi hanyalah salah satu bagian dari logistik, sehingga keduanya tidak bisa disamakan," ujar Sony saat menjadi pembicara dalam ajang Transportasi Indonesia Award 2026 di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menurut Sony, hadirnya Perpres Nomor 41 Tahun 2026 menjadi kesempatan penting untuk melakukan penataan ekosistem logistik nasional secara lebih terintegrasi. Dalam konteks tersebut, jalan tol menjadi salah satu infrastruktur yang memiliki peran strategis dalam memperlancar arus distribusi barang.
Baca juga: Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Selama ini, kata Sony, jalan tol kerap menjadi sorotan karena dianggap berkontribusi terhadap tingginya biaya logistik. Padahal, persoalan efisiensi logistik tidak dapat dilihat hanya dari keberadaan jalan tol semata, melainkan harus dipandang sebagai bagian dari rantai pasok yang saling terhubung.
"Kita punya target menekan biaya logistik hingga 8 persen pada tahun 2045. Ini tantangan yang tidak mudah sehingga seluruh komponen logistik, termasuk transportasi dan jalan tol, harus dibangun secara terintegrasi," katanya.


















































