Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko

4 hours ago 4

loading...

Harga Bitcoin terkoreksi setelah pasar merespons hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Harga Bitcoin kembali bergerak ke kisaran USD64.000 setelah pasar merespons hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru yang dipimpin Ketua Federal Reserve Kevin Warsh. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap peluang pelonggaran moneter dalam waktu dekat.

"Volatilitas seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi pasar aset kripto. Yang terpenting adalah investor memahami bahwa pergerakan harga jangka pendek sering kali dipengaruhi sentimen makro, sehingga keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada riset dan strategi yang matang," ujar Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian seperti dikutip Jumat (19/6/2026).

Baca Juga: Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900

Menurut Aloysia, koreksi harga pasca-FOMC merupakan bagian yang lazim dalam dinamika pasar global, terutama setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50% hingga 3,75% dengan nada kebijakan yang dinilai lebih hawkish.

Sentimen tersebut turut tercermin dari arus dana institusional, di mana ETF spot Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih (net outflow) sebesar USD112,8 juta pasca-pertemuan FOMC. Kondisi itu menunjukkan sebagian investor cenderung mengambil sikap defensif terhadap aset berisiko.

Aloysia mengatakan investor perlu melihat perkembangan pasar secara lebih komprehensif dan tidak hanya berfokus pada sentimen jangka pendek. Menurut dia, faktor fundamental seperti tingkat adopsi aset digital, perkembangan teknologi blockchain, dan partisipasi investor jangka panjang tetap menjadi aspek penting dalam membaca arah pasar kripto.

“Setiap periode volatilitas dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali tujuan investasi, profil risiko, dan strategi yang digunakan. Karena itu, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk melakukan Do Your Own Research (DYOR), menerapkan strategi investasi berkala seperti Dollar Cost Averaging (DCA), dan menghindari keputusan yang didorong fear maupun euforia pasar,” ujarnya.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |