AS-Iran Memanas, Tarif Tanker Minyak ke China Tembus Rp2,1 Miliar per Hari

3 hours ago 1

loading...

Tarif harian kapal tanker super rute Timur Tengah menuju China melonjak terdampak memanasnya Amerika Serikat (AS) dan Iran. FOTO/Reuters

LONDON - Tarif harian kapal tanker super rute Timur Tengah menuju China melonjak hingga mendekati USD129.000 atau setara Rp2,1 miliar per hari pada Senin (3/2), menandai level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Lonjakan tajam ini dipicu oleh akumulasi kekhawatiran pasar terhadap potensi aksi militer di Selat Hormuz serta kondisi pasokan armada kapal yang kian menipis.

"Rute acuan TD3C naik 5,1% pada Senin setelah melonjak 61,6% pada Jumat, mencerminkan pembalikan tajam dari minggu sebelumnya ketika tarif melemah," lapor data dari Baltic Exchange dikutip dari Bloomberg, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga: Jenderal Top Iran: Tak Ada Warga AS yang Aman Jika Perang Pecah!

Kenaikan tarif ini terjadi di tengah peringatan dari Yunani, selaku pemilik armada tanker terbesar dunia, agar para nakhoda menjauhi wilayah pantai Iran saat melintasi Selat Hormuz. Pemilik kapal disarankan untuk berlayar lebih dekat ke wilayah perairan Uni Emirat Arab dan Oman guna menghindari risiko eskalasi menyusul ketegangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Selat Hormuz menjadi titik fokus utama karena merupakan jalur krusial bagi 20 persen pasokan minyak dunia dengan lalu lintas harian sekitar 100 kapal dagang. Pasar sempat terguncang oleh laporan rencana latihan tempur laut dengan peluru tajam oleh Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, meskipun laporan tersebut kemudian diklarifikasi oleh pejabat setempat pada akhir pekan.

Secara geopolitik, volatilitas ini diperparah sikap tegas Washington terhadap program nuklir Teheran. Komando Pusat AS (CENTCOM) bahkan telah mengeluarkan peringatan keras terkait risiko destabilisasi di jalur air strategis tersebut, yang memaksa para pelaku industri pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |