loading...
AS hancurkan markas besar IRGC Iran dalam serangan besar-besaran, yang digambarkan Washington sebagai pemenggalan kepala ular. Foto/NDTV
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan telah menghancurkan markas besar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dalam serangan skala besar pada hari Minggu. Penghancuran tersebut diibaratkan sebagai "pemenggalan kapal ular".
Komando Pusat (CENTCOM) Amerika menyatakan bahwa IRGC bertanggung jawab atas kematian lebih dari 1.000 warga Amerika selama 47 tahun terakhir.
Baca Juga: Perang Memanas, Serangan Rudal Iran Tewaskan 3 Tentara AS, 5 Lainnya Luka Parah
"Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah membunuh lebih dari 1.000 warga Amerika selama 47 tahun terakhir. Kemarin, serangan besar-besaran AS telah memenggal kepala ular itu. Amerika memiliki militer terkuat di dunia, dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip NDTV, Senin (2/3/2026).
Militer Israel juga melaporkan telah melakukan serangan terhadap puluhan pusat komando militer Iran, termasuk yang milik IRGC, markas intelijen, pusat komando Angkatan Udara IRGC, dan markas keamanan internal.
Menurut pernyataan Israel, serangan-serangan ini memberikan pukulan berat terhadap kemampuan komando dan kendali Iran, yang mengakibatkan tewasnya personel di fasilitas-fasilitas penting.
Operasi gabungan AS-Israel berlanjut hingga Minggu malam, menyusul pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada hari Sabtu.
Ledakan terjadi di Teheran pada Minggu malam, dengan Israel menyatakan bahwa serangannya menargetkan jantung ibu kota. Iran menanggapi dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel, instalasi militer AS di wilayah Teluk, ibu kota Saudi, dan Dubai.
Sebelumnya pada hari Minggu, Iran menunjuk ulama berusia 66 tahun, Alireza Arafi, ke dewan kepemimpinan beranggotakan tiga orang yang bertugas memerintah negara hingga pemimpin tertinggi baru dipilih.


















































