196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa

10 hours ago 6

loading...

Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman merupakan pusaka milik Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro saat memimpin Perang Jawa melawan penjajah Belanda pada 1825-1830. Foto/Dok.SindoNews

KERIS Kanjeng Kiai Nogo Siluman merupakan salah satu pusaka milik Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro saat memimpin Perang Jawa melawan penjajah Belanda pada 1825-1830. Keris sakti ini menjadi simbol kepemimpinan di Tanah Jawa.

Pangeran Diponegoro yang merupakan putra sulung Sri Sultan Hamengku Buwono III dari salah satu istri selir menjadi pemimpin rakyat melawan Belanda dengan keberanian yang luar biasa.

Baca juga: Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya

Pusaka sakti legendaris ini disita Belanda usai Pangeran Diponegoro dijebak dan ditangkap oleh panglima tentara Belanda Letnan Gubernur Jenderal Hendrik Merkus Baron De Kock. Saat itu Pangeran Dipenegoro diundang dalam pertemuan di kediaman Residen Kedu, Frans Gerhardus Valck, pada Minggu 28 Maret 1830 atau 196 tahun silam.

Siasat licik penjajah Belanda itu membuat Perang Jawa (Java Oorlog) yang sudah berkobar selama lima tahun pun padam. Padahal Pangeran Diponegoro pemimpin perlawanan rakyat Jawa itu datang untuk bersilaturahmi dengan musuhnya itu pada Lebaran hari kedua.

Namun, Pangeran Diponegoro bersama pengikutnya yang tak bersenjata malah dipaksa menyerah dan meletakan senjata. Dari kediaman Residen Kedu di Magelang, Pangeran Diponegoro dipindahkan ke Semarang menggunakan kereta kuda dan dikawal 500 pasukan kavaleri Belanda.

Baca juga: Kisah Kesaktian Pangeran Diponegoro Kebal Peluru hingga Mengutuk Pengkhianat

Dalam kurun Mei-Juni 1830, Pangeran Diponegoro bersama keluarga dan beberapa orang dekatnya, dipindahkan ke Batavia dan dibuang ke Manado, Sulawesi. Sebagai tanda kemenangan, De Kock mengirimkan salah satu keris pusaka Pangeran Diponegoro, Kiai Nogo Siluman kepada Raja Belanda Willem I.

Keris Kiai Nogo Siluman yang merupakan simbol kepemimpinan Pangeran Diponegoro di tanah Jawa, dibawa ke Belanda oleh utusan De Kock, Kolonel Jan-Baptist Cleerens. Sebagai bukti keaslian keris tersebut milik Pangeran Diponegoro, disertai keterangan dari Sentot Alibasyah Prawirodirdjo, salah satu panglima perang Pangeran Diponegoro.

Read Entire Article
Patroli | Crypto | | |